Register
Home Home Artikel We Care StoS Film Festival “Guyur” Kawasan Museum Fatahillah
Add to: JBookmarks Add to: Facebook Add to: Windows Live Add to: Icio Add to: Del.icoi.us Add to: Yahoo Add to: Technorati Information
Follow us on Twitter
       
We Care StoS Film Festival “Guyur” Kawasan Museum Fatahillah
Written by Nur Azizah   

“Setiap malam Minggu saya datang ke daerah ini. Pagi hari saya lihat sendiri sampah yang ditinggalkan para pengunjung membuat hati saya sedih,”

***

 Pada Sabtu (9/1) malam kawasan Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan tak berkesudahan. Area Museum Fatahillah pun tak luput dari sergapan air suci yang mengucur dari langit. Tanpa hiraukan aktivitas makhluk lain di bawahnya, langit terus saja semburkan sejuknya. Di tengah semburan itu,  nampak sejumlah relawan South to South Film Festival menyisir bangunan yang menyekat kawasan. Tanpa keluh para relawan terus menyibak air hujan demi gandeng pengunjung yang memenuhi area bangunan-bangunan kuno yang terletak kawasan konservasi Jakarta Barat itu.


Ajakan seorang relawan kepada khalayak untuk mengutarakan keluhan dan kepedulian atas kerusakan lingkungan menuai reaksi spontan beberapa pengunjung. Marah, kritik, saran, pembelaan, dan karya seni mengalun seiring hujan yang mulai menipis.

“Setiap malam Minggu saya datang ke daerah ini. Pagi hari saya lihat sendiri sampah yang ditinggalkan para pengunjung membuat hati saya sedih,” kata Digna gundah.

Hujan masih cucurkan dingin serasi dengan luapan ekspresi Digna melalui lagu ciptaannya. Lirik yang mengisahkan tentang hutan sebagai warisan kepada generasi selanjutnya menyelinap ke segala penjuru indra yang menyimaknya. Kegelisahan Digna serupa dengan 19 pengunjung lain. Uraian harapan terucap dari mereka. Rindu akan Ruang Terbuka Hijau. Mimpikan Jakarta bersih dari sampah, polusi, dan genangan air. Pun ajakan bagi pribadi demi gaya hidup “hijau,” perilaku hemat energi, kritis, juga  peduli agar lingkungan tetap menjadi sahabat serasi di bumi.

 Terdengar kecipak air ditendang sekawanan anak kecil. Generasi sebenar yang kelak akan mewarisi buah dari gaya hidup dan perilaku kita. Dan hujan kembali luruh, tembangkan kidung ekspresi mereka, beragam manusia dari kelompok berbeda. We Care! Teriak seorang biker di sela hujan menjadi tanda bai kami untuk beranjak dan mengakhiri ruang ekspresi Sabtu malam itu.
 

 
Members : 238
Content : 59
Web Links : 5
Content View Hits : 117712
Designed by SAUNG WEB
We have 27 guests online