Register
Home Home Artikel Gaya Hidup Merusak Alam, Perburuk Perubahan Iklim
Add to: JBookmarks Add to: Facebook Add to: Windows Live Add to: Icio Add to: Del.icoi.us Add to: Yahoo Add to: Technorati Information
Follow us on Twitter
       
Gaya Hidup Merusak Alam, Perburuk Perubahan Iklim
Perkembangan bermacam teknologi telah membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai pengguna. Masyarakat mempunyai banyak pilihan dalam menjalani gaya hidup atau lifestyle nya. Apa yang terjadi bila masyarakat tidak memiliki daya untuk mengendalikan gaya hidup dengan banyak pilihan menggiurkan itu?

Masyarakat menggunakan bermacam produk hasil olahan teknologi dalam gaya hidupnya. Sebagian besar bahan produk itu berasal dari alam.
 
Menurut Rully Syumanda dalam dialog tematik ”Lingkungan Hidup, Bencana Perubahan Iklim dan Lifestyle” sebagai bagian acara ”Goes to School” dengan tema ”Peduli Lingkungan, Peduli Perubahan Iklim” yang diselenggarakan South to South Film Festifal (StoS Festifal) di SMK 20 Jakarta beberapa waktu lalu”, kertas dan tisu yang secara efektif dimanfaatkan masyarakat berasal dari bahan kayu dari hutan alami.

”Dalam penggunaan 100 kg kertas dan tisu telah memanfaatkan sekitar 4,5 hektar hutan alami,” jelas Rully.

Demikian pula bermacam produk yang berasal dari minyak sawit seperti kosmetik, sabun, dan sebagainya juga berasal dari perkebunan kelapa sawit yang mengkonversi hutan alami.

Belum berhenti sampai di situ. Setelah pemakaian, produk-produk tersebut juga menyisakan sampah dan limbah. Sebagian besar sampah berupa kemasan plastik dan limbah berupa zat-zat kimia tidak dapat begitu saja terurai di alam. Akhirnya menumpuk dan mencemari alam.

Alam dengan kondisi rusak karena eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup manusia dan telah tercemar oleh sisa-sisa pemakaian produk itu akhirnya mengalami penurunan kemampuan dalam menjalankan siklusnya. Seperti siklus menyeimbangkan panas bumi.

Alam dengan hutan, tanah dan airnya tidak mampu menyerap gas rumah kaca (karbondioksida, metana, nitrogen dioksida). Akibatnya pemanasan global meningkat dan terjadilah perubahan iklim.

Dalam paparannya Rully menjelaskan bahwa kenaikan suhu udara yang menyelimuti bumi sebesar 1 ºC dapat menghilangkan beberapa gletser kecil di Andes seluruhnya dan mengancam persediaan air bagi 50 juta orang. Lapisan es di belahan bumi utara mencair dan menyebabkan kerusakan jalan-jalan dan bangunan-bangunan di sebagian Kanada dan Rusia.

Lalu setidaknya 10% spesies darat akan punah, 80% terumbu karang rusak, termasuk Terumbu Karang Great Barrier terbesar di dunia yang terletak di timur laut Australia. Setidaknya 300.000 orang setiap tahunnya meninggal karena penyakit akibat perubahan iklim (terutama diare, malaria, dan kekurangan gizi), akan tetapi ada pengurangan angka kematian pada saat musim dingin di wilayah yang lebih tinggi (Eropa Utara, AS).

Bagaimana bila kenaikan suhu udara bumi semakin meningkat menjadi 4 ºC, 5 ºC atau 6 ºC. Bukti terbaru menunjukkan bahwa rata-rata suhu bumi akan naik lebih dari 5 atau 6ºC bila emisi gas rumah kaca terus bertambah.

Kondisi  itu akan menimbulkan bahaya besar pelepasan karbon dioksida dari permukaan tanah dan pelepasan metana dari lapisan es di Kutub Utara maupun dari dasar laut. Kenaikan suhu udara global ini akan setara dengan pemanasan global yang pernah terjadi pada Zaman Es terakhir dan bila suhu bumi sampai memanas 6ºC, dampaknya di luar perkiraan manusia.

Lalu apa yang bisa manusia lakukan? Semua pilihan ada di tangan Anda. Peduli dengan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan atau sebaliknya.

Dalam dialog tersebut, salah satu siswa SMK 20 Jakarta menyatakan memilih peduli lingkungan dan mencegah pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim dengan menghemat pemakaian produk yang dapat menimbulkan dampak buruk pada lingkungan dan iklim serta beralih menggunakan produk yang ramah lingkungan. Bagaimana dengan yang lain?
 
Members : 3299
Content : 59
Web Links : 5
Content View Hits : 166492
We have 19 guests online
Copyright © 2012. South to South Festival. Re-Designed by FunWebbing